Sabtu, 17 April 2010

teruntukmu masa laluku

tak tahu harus dimulai dari mana..

aku hanya ingin melakukan pengakuan, tak lebih, tak kurang..

tak begitu berharap pada respon positifmu lagi,

tak peduli kamu mau menganggap aku apa, atau orang lain mungkin akan menjudge aku bajingan, lagi..

terserah…

aku sudah tak mau peduli lagi…

titik..

hai masa laluku,

apa kabar dirimu???

masihkah ceritamu penuh kegembiraan..???

ataukah teman-temanmu masih selalu mendengarkan ceritamu, seperti yang biasa aku lakukan dulu???

ataukah kau tak punya kawan tuk bercerita???

hai masa laluku,

bagaimana kabar orang yang kau kasihi saat ini???

apakah dia sama seperti ku dulu, menunggu dirimu dengan resah saat kau tak juga pulang dari bioskop dengan teman-temanmu???

apakah dia sama seperti diriku dulu, bernyanyi di depan kost mu, menanti dirimu memaafkanku??

atau

manjakah dia???

sama seperti diriku, yang tak biasa duduk sendiri dalam bis di sabtu sore dalam perjalanan pulang ke rumah.

sama seperti diriku, yang tak biasa makan malam sendiri, tanpa ditemani oleh obrolan darimu.

atau,

apakah dia hobby membaca dan menulis????

sama seperti diriku, yang selalu kau suruh tuk membaca novel-novel teenlit, dan menceritakannya kembali kepadamu, karena kau agak-malas-membaca.

sama seperti diriku, yang rajin menulis tentangmu, dalam jurnal harianku, tentang hal-hal yang indah, hal-hal yang aku takutkan, hal-hal yang begitu merindukan tentang kita,

atau mungkin,

apakah dia pintar fisika????

sehingga bisa kau mintai tolong untuk mengerjakan tugas-tugas fisikamu.

hai masa laluku,

apakah dia selalu mendengarkan ceritamu???

mendengarkan seluruh hal yang kau alami hari ini, semua hal yang kau senangi, semua hal yang kau benci, semua hal yang begitu mendetail, karena ku tahu, dunia dari sudut pandangmu adalah hal yang begitu rinci..tak ada yang lepas dari pengamatanmu..

atau apakah dia mengerti isyarat-isyaratmu???

jam kembar, insting kewanitaanmu, puisi-puisimu, kata-kata mutiaramu..apakah dia mengerti???

bagaimana dengan dia, hai masa laluku,

apakah dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara???seperti yang aku lakukan.

atau apakah dia jadi orang yang pertama tahu, saat kau kehilangan handphone mu???

atau apakah dia marah, ketika ada orang lain yang menempati tempat kita berdua???

atau apakah dia merasa kesakitan saat kau cubit???

atau apakah dia memiliki selera humor yang sama denganku, yang kadang membuat kita tertawa terbahak-bahak pada soal-soal kecil yang kita temui, seperti misalnya sepatu-sepatu lapuk di depan kosanmu dulu.???

atau apakah dia akan meminjamkan switernya, saat hujan, saat kau hanya memakai seragam sekolahmu, sedang kita kehujanan saat itu.??

atau apakah dia akan tertawa bersamamu, saat kalian berdua berlari di antara tetes hujan, seperti yang kita lakukan dulu..???

apakah dia……

ahhh..sudahlah…

terlalu banyak, aku sampai muak,

sungguh muak….

aku terlalu terpaku pada masa-masa yang aku habiskan bersamamu…

berapa lama??? 1 tahun??? 2 tahun??? 3 tahun???? aku sudah lupa..

aku seorang pecundang, masa laluku, aku seorang pecundang..

sudah hampir dua tahun berlalu, aku masih terbangun di pagi hari, berpikir, bahwa hari itu aku akan meminta maaf padamu, kau memaafkanku, dan akhirnya kita bisa kembali bersama…

bodohnya aku…

bodohnya…

tak sadarkah aku bahwa waktu itu aku telah benar-benar menyakitimu???

telah benar-benar membuatmu menangis, hingga tak bisa memaafkan aku lagi.

waktu ku tahu kau mencintai sahabatku dulu, aku masih bisa memaafkanmu, tapi kenapa saat itu kau tak bisa.????

tapi ya sudahlah…

tak sadarkah aku, bahwa dia orang yang tepat, datang di waktu yang tepat, di tempat yang tepat pula,

menghiburmu..

menghapus air matamu, mungkin.

dan akhirnya kau berhasil melupakan aku yang telah melukaimu, bahkan melupakan cerita-cerita kita dulu.

tak sadarkah aku, dia adalah orang yang tepat, yang mengantarmu ke tempat yang kau inginkan, mengajakmu berjalan-jalan, berkeliling, mengenalkanmu pada teman-temannya…

aku tak bisa seperti itu, karena dulu, aku belum bisa mengajakmu berkeliling, belum bisa mengajakmu berjalan-jalan, sesuatu hal yang sempat kau tertawakan, tak bisa mengendarai motor…

aku tak bisa seperti itu, mengenalkanmu pada teman-temanku.. kau tahu, aku hanya tak biasa, mencampuradukkan urusan pertemanan dengan urusan pribadi, lagi pula, saat itu, duniaku adalah dirimu…

tak sadarkah aku, dia mungkin membawamu ke keluarganya, atau mungkin dia begitu berani, datang ke keluargamu, membuktikan bahwa dia serius padamu, tidak seperti aku..

tak sadarkah aku, kawan-kawanku pun menyetujui kalian berdua, demi kebaikanmu, kata mereka, mengingat aku hanya bisa melukaimu…

dia, begitu cocok bersanding denganmu…

dan sepertinya kau pun bahagia dengannya…

syukurlah…

syukurlah…

lalu bagaimana dengan diriku..????

kau meminta maaf padaku, karena telah membuatku menyimpan perasaan seperti ini,

tapi yakinlah,

aku tak apa-apa…

sungguh tak apa-apa…

aku hanya berpikir, sudah saatnya aku melangkah, saatnya aku berjalan, sudah hampir dua tahun, dan aku baru memutuskan untuk melangkah kembali..

kau bilang, itu hanya masalah waktu..

ya, hanya masalah waktu, mungkin belum cukup waktu yang kuperlukan untuk tak memikirkanmu lagi..

tak membuatmu terus berada di lamunanku, di mimpi-mimpiku..

aku hanya berpikir, saatnya aku menatap ke depan, mulai fokus pada masa depanku, mulai peduli pada keluargaku, mulai menata ulang hubunganku dengan Yang Maha Pengasih, dan sedikit-demi-sedikit mulai melupakanmu…

err..bukan..bukan itu maksudku, aku tak berniat melupakanmu, masa laluku..

kau sangat berarti bagiku, aku hanya akan meletakkan bayangmu di kaca spionku, biar saat aku mengalami saat-saat terbaik atau terburuk dalam hidupku nanti, aku bisa melihat dirimu di sana, melihat kita dulu, dan kembali menatap ke depan, melanjutkan perjalananku..

bukankah aku yang sekarang ada saat ini karena masa lalu,??

aku hanya meminta doamu, masa laluku, perjalanan ini masih panjang, aku tak tahu kapan ini akan berakhir, tapi yang aku tahu pasti, bila aku terus berjalan dan berusaha, aku akan sampai di tempat yang paling membahagiakan, tempat yang ingin dituju semua orang, surga-Nya…

aku mendoakanmu, masa laluku,

semoga di tiap tidurmu, kau selalu bermimpi indah..

semoga selalu ada kehangatan mentari pagi di jendela kamarmu..

semoga selalu ada kebahagiaan di hari-harimu, dan aku yakin itu akan selalu ada..

terima kasih masa laluku,

ini pengakuanku,

semoga kau berkenan, bila aku me-remove kau dari friendlist ku, dan menghapus nomormu dari phonebook ku,

tak bermaksud jahat, hanya ingin mengurangi celah yang bisa aku manfaatkan untuk menghubungimu lagi..

sudah malam,

aku mengantuk sekali,

aku akan tidur, dan aku yakin esok hari akan begitu cerah..

.

.

.

amin.

 

*umam, pengakuan di bulan april..

  1_976040568l

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta komentar na atuh....