Rabu, 02 Juni 2010

tentang ujian..

sore itu mendung,

seorang pemuda berjalan gontai menuju tempat kost nya,

dia merasa kalah…

dia merasa bersalah…

“kenapa gw bisa begitu lalai..???”

“kenapa masalah tak henti-hentinya datang pada gw..???”

ratapnya…

dalam tatapan kosong, dia menyesali semua hal yang terjadi padanya, menyesali semua hal yang tidak sesuai rencana…

dia kalut, dia tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri, dia tak henti-hentinya merasa kalau itu semua salahnya, dan orang-orang terdekatnya yang akan menerima akibatnya..tergambar di wajahnya, bagaimana nanti orang tuanya kecewa..dan itu membuat perasaannya semakin terpuruk…

dia melangkah gontai,

tak tahu..harus kemana dia berpulang…..

 

******

dengan segala kekalutan yang ada, dia mengambil jurnal hariannya, dan mulai menulis….

kawan…hasrat untuk mengakhiri hidup kembali datang…

aku tak tahu..kenapa..kenapa hasrat itu selalu datang, saat aku tertimpa masalah yang menyangkut orang lain….

aku tak mengerti…

aku tak mengerti…apa yang harus aku lakukan….

aku merasa sendiri…

aku hanya merasa, tak ada guna aku hidup…itu saja..

aku hanya si pembuat masalah…

aku hanya…ahhh..sudahlah..

sungguh, aku katakan kawan..jika cobaan itu langsung ditujukan padaku, atau memang aku sendiri yang merasakannya, aku akan tahan…

tapi kenapa, selalu saja ada orang lain yang harus merasakan akibatnya….

aku bingung…siapa yang sebenarnya harus disalahkan…

aku tak mungkin menyalahkan orang lain,

aku tak mungkin menyalahkan sistem,

atau apa saja yang mungkin bisa aku kambinghitamkan…

dan aku tak mungkin menyalahkan Alloh atas semua ini…

hingga akhirnya, kutemukan bahwa diri inilah yang salah…diri ini yang patut disalahkan…sampai aku yakin, sampai aku percaya, bahwa kesalahan ini murni adalah kesalahanku..membuatku terus tak berhenti menyalahkan diriku..menyalahkan keberadaanku.

terpikir olehku, mungkin kalau aku tiada, mereka tak perlu merasakan akibat dari masalah yang aku timbulkan…mungkin bila aku mengakhiri hidupku, mereka bisa terhindar dari semua masalahku..mungkin jika aku mati, mereka tak perlu merasa kecewa..

mungkin…..

ahhh..sungguh..saat inipun aku tak bisa mengontrol pikiranku, hasrat itu begitu kuat..entahlah, kawan, apakah karena aku sekarang merasakan lelah atas hidup ini..???merasa lelah karena kesalahan-kesalahan yang membuatku selalu saja ditimpa masalah…aku hanya ingin hidup dengan tenang, kamu tahu itu…

jauh di lubuk hatiku, aku ingin tidur…

tidur..dan tak terbangun untuk waktu yang lama…waktu yang cukup lama hingga orang-orang menganggapku mati, bahkan aku sendiri menganggap diriku mati..

lalu timbul pertanyaan dalam benakku, bisakah aku rehat dari hidup…???

lalu apa???

lalu apa??

sekarangpun aku sadar, kawan..aku sadar…

rasa bersalahku ini mengontrol diriku, rasa bersalah ini mengendalikan pikiranku..dan kurasa hati ini dalam ‘chaos’..

aku butuh pertolongan…

aku butuh pertolongan…

tiga kata terakhir membuat pemuda itu tersadar,

“ya..gw butuh pertolongan..”pikirnya…sungguh dia sendiri kaget dengan 3 kata terakhir yang ditulisnya, yang sama sekali tak terbersit dalam pikirannya

dengan sedikit semangat, dia melangkah dari mesjid tempat dia melepaskan lelahnya…jari-jari di tangannya tak hentinya memijit-mijit keypad hape..sebuah sms telah dia buat…dan yakin kemana dia kirimkan sms itu…ke dua nomor milik ke dua orang yang dia selalu terima nasehatnya…

 

tak berapa lama, sms terkirim.

Asslm…kak, masalah trus2an datang, yg trkadang bikin saya benci pada diri saya terdiri, bhkn terlintas pikiran, lbih baik mengakhiri hidup, krn hanya bisa menimbulkan mslh, baik pd dri saya maupun pada orang lain..

dan kini dia harus menunggu…

***

tatapan kosong itu tertuju pada monitor, tangannya memainkan mouse, game arcade sedang dia mainkan…

namun, pikirannya tak berada disitu..dia terus memikirkan, bagaimana seharusnya..apa yang harus dia lakukan…dan bagaimana bila akan mengakhiri hidupnya..

dan menabrakkan diri ke kereta adalah pilihan terbaiknya..

pikiran itu terus membayanginya..dia sudah merasa lelah..

Teet*

sebuah sms masuk, dengan perasaan enggan dia membaca sms tersebut,

dia tersentak, dia menangis saat itu juga…

dia menangis membaca sebuah kalimat yang singkat, namun mengena…

apakah kamu mengira bhw kamu beriman?

kalimat singkat ini, membuatnya sadar, membuatnya mempertimbangkan semua hal yang telah dipikirkannya,

Astaghfirulloh…apa yang gw pikirkan??? sesalnya

dia langsung teringat semua hal yang telah dia lalui, dan tentu saja itu tak mudah…kalau dia mengakhiri hidupnya sekarang, itu semua akan menjadi sia-sia…

dia teringat tentang agenda wajibnya, tentang buku-buku yang telah dibacanya, tentang nasehat-nasehat yang pernah didengarnya..dan akan sangat percuma bila dia mengakhiri hidupnya…

dia teringat orang tuanya, orang-orang terdekatnya, tentu mereka akan lebih kecewa bila melihat dia menyerah begitu saja pada masalah yang dia hadapi, daripada yang telah dia khawatirkan di awal…

dia teringat bahwa masih banyak hal yang ingin dia lakukan, wisudanya, pernikahan kakaknya, melihat adek-adeknya beranjak dewasa, melanjutkan studi, dan semua itu tidak akan terlaksana bila dia mengakhiri hidupnya saat ini…

dan tentu saja, urusannya takkan berakhir begitu saja…dia mesti mempertanggungjawabkan segalanya pada Alloh SWT, tentang tindakan yang dia ambil..dan bila dia mengakhiri hidupnya, dia telah menghilangkan keimanan dalam dirinya, telah menjadi golongan ahli neraka, lalu bagaimana dengan istana yang dia ingin berikan untuk orang tuanya di surga kelak????

Ya Alloh, hamba mohon ampun…hamba mohon ampun karena telah berputus asa…

dia masih menangis, dan menangis……

Epilog

kawanku….aku telah salah…aku telah berbuat ingkar..aku telah berbuat dzalim..pikiran-pikiran itu tidak sepantasnya ada di benakku…

bukankah aku yang selalu bangga dengan kemuslimanku???

lalu mengapa pikiran itu ada di benakku???

aku harusnya sadar dari awal, bahwa ini murni ujian dari Alloh, dan bisa jadi ini adalah teguran dari-Nya..bila mengingat akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dengan duniaku, sibuk dengan diriku sendiri…

aku harusnya mengerti bahwa setiap ujian pasti ada jalan keluarnya, bukankah Alloh menjanjikan dalam ayat-Nya bahwa Dia takkan memberikan ujian melebihi kemampuan umat-Nya…

aku harusnya sadar, seperti yang dikatakan padaku, bahwa Alloh menguji kita untuk mengetahui seberapa besar keimanan kita..seberapa tegar kita…dan akhirnya, bila kita lulus ujian tersebut, kita telah naik tingkat..tentu saja…

Aku harusnya sadar, ujian yang datang tidak boleh membuatku kehilangan hatiku, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun. apapun cobaan yang aku hadapi adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang dipersiapkan-Nya untukku.

Aku harusnya tak berputus asa, tidak lemah hati. Karena Allloh selalu bersama orang-orang yang sabar..

sungguh, pikiranku sangat kerdil..

kawanku, mungkin ini bisa menjadi gambaran bagiku sendiri…ternyata, masih banyak yang harus aku perbaiki..masih banyak yang aku harus dalami..aku harus banyak berpikir positif, hingga pikiran-pikiran kerdil seperti itu tak lagi menghantuiku..

cukuplah hari ini menjadi pelajaran untukku..

dan aku yakinkan padamu, kawan, takkan ada lagi hari seperti ini…

aku akan menjadi kuat, dan tegar bagai karang…

aku akan belajar sabar, ikhlas, dan terus berpikir positif..

aku akan mendekatkan diriku lagi pada Sang Pencipta..

amin…

pemuda itu menutup jurnalnya dengan perasaan yang berbeda..dia telah tersenyum lagi..jam menunjukkan pukul 03.11 saat itu..dia pun bergegas membasuh dirinya dengan wudhu..dalam hati dia bersyukur, Alloh telah memberikan pertolongan padanya melalui dua orang yang luar biasa…..

 

*selesai

Sabtu, 29 Mei 2010

tentang penampilan…

kemarin, jalan bareng mahfud, niat cari buku..dan akhirnya gw maen ke Simpur center –detailnya menyusul.

tipikal mall pada umumnya, rame..!!!

dan ada yang gw taksir, dvd game the sims 3…

anjrit..

mau beli juga sayang, pasti gak kepake. requirements-nya gak sesuai ma si netbook-baik-temen-opang..haduh..gigit jari aja dah akhirnya..

eh iya, di mall, seperti biasanya, banyak muda-mudi yang berpasangan, yang sendirian, dan ada pula yang ganda campuran—badminton kali ya..hehehehehe

dan dandanan mereka..hhhmmm…remaja-remaja sinetron. bahkan gak sedikit ibu-ibu yang bergaya ala anak gaul sinetron…

iseng banget ya gw, ngomentarin gaya berpakaian mereka…

bukan begitu, ngelihat itu semua, gw jadi ngerasa, ada beberapa hal yang mesti gw sampaikan…

 

my brother and I…

kalau gw, dulu, dari kecil, baju gw selalu dikembarin ma si japong…

apa-apa sama; baju, celana, sandal,

ayah gw sih yang punya inisiatif kayak gitu,

‘biar gak iri’, kata beliau…

tapi kalau dipikir-pikir sekarang, kayaknya ayah gw itu penganut paham behavioristik sejati..

keseragaman adalah nomor satu..

kalau memungkinkan, mungkin beliau juga bakal bikin baju seragam buat ketujuh anaknya..hehehehehe..

baju kembaran itu terus berlangsung sampai gw masuk SMA. Sampai gw punya inisiatif untuk membeli baju sendiri, –duit tetep dari beliau..adek gw pun sama..

cuma mungkin karena adek gw maennya ma supir angkot, pengamen, dan lain-lain..jadilah adek gw penganut paham “celana potlot adalah simbol kekerenan”.

bukan maksud gw menjustifikasi, tapi memang kenyataan yang ada di labuan adalah, model pakaian seperti itu lagi ‘In’;celana potlot, CD keliatan, gaya rambut emo..termasuk temen-temen adek gw yang ngefans berat ma cara pakaian seperti itu. gw kadang ngetawain kalau udah ngeliat dia mencoba-dengan-susah-payah memakai celana potlotnya..hehehehe..

hmmm..tapi gw bangga dengan adek gw ini, temannya dari kalangan mana pun. Ini bukan berarti gw pilih-pilih teman, tapi gw ma adek gw berbeda. gw tipe orang yang membosankan, yang lebih senang berada di rumah, nonton TV, baca komik, atau latihan-latihan soal, dibanding maen keluar..kecuali ada yang ngajakin, kalau nggak mah, mana mau gw keluyuran.

sementara adek gw seneng bener kalau udah maen ma temen-temennya, dan yang bikin gw bangga, dia gak pernah ikut-ikut hal-hal yang gak beres—minum, tawuran, dll, walau temen-temennya gitu semua. ya cuma yang gw sayangkan mungkin, dia meniru cara berpakaian mereka.

dan adek gw pun gak segan kalau diajakin ngamen bareng. sempat waktu itu kepergok ma A’ye—kakak gw yang kedua, lagi ngamen bareng temen-temennya. jadi saat itu, A’ye lagi beli nasi goreng, datanglah sekelompok pengamen, pas A’ye mau ngasih recehan, eh ternyata adeknya sendiri yang ngamen..selanjutnya,

A’ye murka, japong nyengir kuda…

makanya, kalo ada yang ngamen, gw suka pengen ketawa, inget si japong…

balik lagi ke cara berpakaian..

lalu gimana dengan gw…???

hmm..sampai tengah semester lalu, gw masih berpakaian semau-mau..gak jelas, gak punya ciri khas…tapi akhirnya gw sadar, harus ada yang berubah, masa calon guru berpakaiannya acak-acakan..makanya gw mulai belajar untuk selalu berpakaian rapih setiap saat, walau sempat membuat kaget temen-temen di kampus..;)

 

bukan sekedar pantas dan tak pantas

sebenarnya cara berpakaian itu bukan sekedar pantas dan tak pantas, karena kalau kita berpatokan pada hal itu, tentu kan berubah tipa masa, bahkan tiap tempat memiliki kepantasan sendiri.

misalnya, mungkin dulu kita menganggap putri menggunakan celana pendek ke pasar adalah suatu hal yang tak pantas. lalu bagaimana dengan sekarang,??? jujur, gw sempat kaget waktu pulang kampung ramadhan lalu, saat ngabuburit, liat putri-putri gak segan menggunakan ‘hot pant’ di pasar..

bener-bener…suatu, ahhh..kemorosotan moral…padahal, gw tahu banget labuan dulunya gimana…

lalu bagaimana dengan puteranya,

pernah dosen gw bilang, “sekarang tuh susah membedakan antara pria dan wanita, karena pria sekarang senang betul memakai pakaian serba ngetat, sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, sehingga saat berjalan, keliatan betul kayak wanita”

itulah..itulah….kalau kita menjadikan ‘pantas dan tak pantas’ menjadi patokan..tak ada suatu konsistensi..apalagi dengan maraknya sinetron-sinetron remaja, yang menurut gw mencuci otak para remaja indonesia untuk menggunakan pakaian yang sama seperti mereka..

lalu bagaimana seharusnya,???

saya takkan memberikan penjelasan yang panjang lebar untuk putri..silakan baca An-Nuur : 31,

dan untuk pria, ingat, pusar sampe lutut, tapi gak pake ngetat-ngetat.

jaman sekolah dulu, gw selau salah kalau ngisi pertanyaan

‘dimana batas aurat pria??’

gw jawab, dari pusar sampe mata kaki..hee…

 

jangan sepenuhnya salahkan kami, para pria, jika….

bagaimana kondisi kampus saat ini,

kondusif..????

untuk FKIP sendiri sudah mempunyai peraturan, ‘no jeans arround’..

tapi gw pernah dengar seorang putri curhat,

“kenapa sih kitaorang dilarang pake jeans, sedangkan yang pake rok-rok pendek berkeliaran, aman-aman aja..gak adil tuh”

waktu itu gw hanya diam mendengar cerita tersebut..

tapi gw mau berbagi pengalaman nih terkait itu..

dulu, gw maen ke Time Zone, biasalah anak muda…waktu itu gw liat seorang pemuda, anteng banget berdiri di pinggir tangga, gak ngapa-ngapain, senyum-senyum sendiri..kok kayak orang gila..sampe akhirnya gw deketin tuh orang, eh gak taunya..bener-bener edan, dia sengaja berdiri di pinggir tangga, supaya bisa ngintip putri ber-rok pendek yang naek-turun tangga, jelas tahulah apa yang pemuda itu intip…

lain lagi ceritanya, jujur gw risih kalau naik angkot, duduk tepat di belakang supir—atau tepat di depan pintu. apa sebab?? karena biasanya, kalau ada putri yang turun, pake pakaian pendek, jelas bagian belakangnya tersingkap saat hendak keluar, dan anehnya, putri tersebut biasanya berusaha keras narik-narik baju bagian belakangnya biar gak keliatan..dalam hati gw, “kalau gak mau keliatan, ngapain pake baju pendek-pendek mba”..ironis kan..????

nah, kalo udah kayak gini, gak heran kalau beberapa tahun terakhir kasus pemerkosaan, hamil di luar nikah, terus meningkat..ya karena para putri itu sendiri tidak menjaga, lalu apakah kesalahan sepenuhnya dilimpahkan pada para pria, yang sudah jelas isi kepalanya berbeda dengan para putri..

 

kesimpulannya…

bukan maksud gw menjustifikasi…

sekedar mengingatan….memang, orang-orang akan menatakan kita kolot, kita ketinggalan jaman..

tapi jujur, gw katakan, gw bangga menjadi seorang muslim, lalu, bagaimana dengan anda?????

semoga bermanfaat…

 

*umam

Kamis, 27 Mei 2010

tentang sahabat

di dalam ruang ini…

aku termenung, aku gelisah…

betapa hidup menuntut aku, betapa hidup memintaku lebih…

dan aku selalu saja merasa semua yang aku lakukan adalah kesalahan..

aku tak pernah berhenti,

aku bahkan tak mau berhenti,

menyalahkan diri sendiri…..

 

di dalam ruang ini…

aku menangis, aku menangis…

betapa aku merasa seorang diri, dan kau tahu, sendiri itu menyesakkan hati…

dan aku selalu merasa bahwa tak ada yang mau menerimaku…

aku tertolak,

aku bahkan hanya bisa menangis,

menangisi ketertolakkanku…

 

di dalam ruang ini..

aku merindu, merindu kalian….

betapa semua yang telah kita lalui bersama adalah hal yang tak bisa terhapus begitu saja..

dan tentu saja tak pernah ada keinginan untuk itu…

aku merindu,

aku bahkan merasa ada sesuatu yang kosong,

bila teringat bahwa kalian jauh di sana…

 

ya, di dalam ruang ini..

saat aku mulai menyalahkan diri sendiri,

saat aku merasa seorang diri,

saat itu pula aku merindu kalian….

Jumat, 30 April 2010

saat kupilih ini sebagai jalanku bagian 1

Bismillahirrahmanirrahim……

ayah, seminggu berlalu semenjak obrolan serius kita,

semenjak aku meminta restu padamu tentang apa yang aku geluti saat ini, apa yang aku lakukan di sini, selain kewajibanku padamu, kuliah.

tentu kau masih ingat, dan pastinya obrolan kita akan selalu aku ingat, karena jujur, saat itu aku mengeluarkan seluruh keberanianku untuk memutuskan untuk memberita tahu engkau,

karena ku tahu, engkau pasti akan menanggapi ini semua dengan serius,

karena kutahu, ketika aku memberi kabar ini, maka aku harus benar-benar menjalankan ini semua tanpa setengah hati lagi, aku harus terjun sepenuhnya, dan ini sebagi bukti kebulatan tekadku.

ayah, tak ada sedikit pun keraguan pada diriku, tak ada. dan Insya Allah, ini semua murni pilihanku.

dan ketika suatu saat aku mendapati cobaan, mendapati jalan yang berliku, mendapati kaki ku berdarah-darah melewati semua ini, aku takkan menyesali, takkan pernah aku sesali, mungkin aku akan menangis di depanmu, tapi itu semua takkan menghentikan langkahku ayah, takkan pernah, karena ini sudah menjadi pilihanku, sudah menjadi tekadku.

ayah, kau ingat.

saat aku pertama kali memulai obrolan kita dengan pertanyaan,

“menurut ayah, dakwah itu apa???”

engkau langsung mencercaku dengan pertanyaan balik, dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan ku saat itu, dengan pernyataan-pernyataan yang memang aku tahu itu adalah murni rasa khawatir mu pada diriku, mengingat apa yang telah ter-frame di benakmu, tentang aliran-aliran, tentang perekrutan, tentang penyimpangan-penyimpangan yang akhir-akhir ini menimpa para pemuda-pemuda muslim, bahkan tentang terorisme.

tidak, ayah..ini bukan tentang itu semua, ini tentang mengajak kepada kebaikan, kepada orang lain, dan tentunya kepada diri kita sendiri.

engkau pun bertanya,

“memang itu organisasi apa?”

bukan ayah, bukan…ini bukan tentang organisasi, bukan tentang kepentingan-kepentingan, bukan tentang politik, ini tentang orang-orang yang berkumpul yang menghendaki perjalanan menuju kebahagiaan akhirat. ini tentang jalan yang dipilih oleh mereka yang berusaha melawan kecenderungan syahwat dan nafsu keduniaan. ini tentang jalan yang dipilih oleh mereka yang memahami bahwa dunia ini adalah jembatan, bukan tempat tinggal apalagi tujuan yang dikehendaki.

kemudian saat kau tanya, apa tujuanku

aku terdiam, aku tak bisa berkata banyak, karena saat itu, aku sendiri belum dapat menentukan tujuanku, belum dapat menyampaikan apa yang sebenarnya menjadi moving force untukku memilih jalan ini.

apa yang menjadi alasanku?????

tapi ayah, biar aku ceritakan

tentu ayah tahu siapa ananda ini, ayah selalu bilang, kalo aku harus lebih banyak belajar untuk lebih tegar dalam menghadapi sesuatu, lebih tenang dalam menghadapi masalah. dan aku pun menyadari itu semua sebagai kelemahanku.

apakah ayah tahu, di sini, di antara mereka, di antara saudara-saudara yang telah menempuh jalan ini, aku mengerti, dan aku belajar. kalau setiap masalah yang dihadapi bukanlah suatu halangan, melainkan suatu batu loncatan untuk menempuh tujuan yang diinginkan.

tak ada yang perlu dipersalahkan ketika ada sesuatu yang salah,

tak ada lagi putus asa setelah kegagalan, karena mereka mengajariku bahwa kegagalan bukanlah suatu hal yang mesti ditakuti.

dan perlahan sudut pandangku tentang segala hal mulai berubah, ayah, tak lagi fokus pada hasil, proseslah yang menjadi fokus utama.

bukankah bila proses yang baik tentu akan menghasilkan yang baik pula???

bukankah Allah melihat dari proses yang kita lakukan.????

dan akhirnya, dengan semua itu, mulai tertanam sedikit demi sedikit dalam diri ini, bahwa tak ada sesuatu yang datang dengan mudahnya tanpa adanya kerja keras.

dan bukankah itu yang sering ayah ajarkan padaku???

dulu memang aku tak terlalu peduli, tapi sekarang aku tahu ayah, aku tahu, dan aku akan berusaha untuk menjadi orang yang ulet dan pekerja keras.

Ayah, tentu ayah tahu, pacaran sudah menjadi hal yang biasa bagi ananda. dan ayah juga tahu, siapa dan apa saja alasan aku memilih seorang wanita untuk menjadi pacarku. karena memang aku selalu bercerita pada ayah, dan aku senang, ayah selalu mendengarkan, walau kadang engkau tertawa mendengar cerita-ceritaku tentang kisah percintaanku.

tapi tahukah ayah???

saat diri ini beranjak dewasa, saat diri ini mulai bisa berpikir lebih maju, lebih kritis, ketika hati ini kosong, hati ini sepi, hati ini galau, belaian kasih sayang dari orang yang terkasih ternyata tak bisa menyembuhkannya, tak bisa lagi hanya dengan telepon atau sms-an dengan orang yang terkasih hati ini bisa pulih kembali.

aku merasa kosong ayah, aku merasa kosong…

hati ini membutuhkan kasih sayang dari kekasih yang sejati, yang menerima aku apa adanya, yang hanya dengan mengingat saja sudah membuat hati ini tenang, apalagi dekat.

hati ini meminta lebih…

dan  yang mengenalkanku ayah, pada Dzat yang Maha Pengasih, pada Dzat yang kasih-Nya menyeluruh ke segala makhluk.

mereka mengenalkan kembali aku dengan Rabb-ku, ayah..

dengan Rabb yang harusnya menjadi tempat aku menggantungkan hatiku,

dan memang,

hanya dengan mengingat saja, hati ini telah tenang, tak ada kegundahan lagi. sekarang, aku sudah memutuskan ayah, memutuskan bahwa kepada-Nya lah akan selalu kutautkan hatiku. karena aku yakin, Dia takkan membuatku kecewa, takkan membuatku galau, yang ada adalah keinginan untuk terus dekat, keinginan untuk terus mengingat-Nya.

dan sedikit demi sediki, diri ini pun mulai mencintai dan mengerjakan apa saja yang Dia cintai. serta mulai membenci dan menjauhi apa saja yang Dia benci.

bukankah itu yang dilakukan oleh seorang kekasih, ayah????-mengerjakan apa yang kekasihnya cintai & menjauhi apa yang kekasihnya benci.

bukankah itu yang selalu engkau ajarkan kepada ananda semenjak kecil ayah, untuk selalu mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya???

dulu, aku sewenang-wenang ayah, meremehkan apa yang engkau ajarkan ini. tapi sekarang, sungguh ayah, sungguh, aku ingin berubah. akan kubingkai dan kupajang selalu semua yang engkau ajarkan di dalam benakku.

ayah mungkin ingat, pertengkaran hebat ananda dengan mama, pertengkaran yang sampai membuat mama menangis. alasannya simpel, mama cuma mengomentari tingkah lakuku, dan aku naik pitam karena hal itu. aku sangat menyesal bila ingat akan hari itu, aku sangat menyesal betapa buruknya akhlakku saat itu.

dan apakah ayah tahu,?

di sini mereka mengenalkanku pada indahnya akhlak yang dimiliki oleh manusia yang paling dicintai Rabb ku, manusia yang sama-sama mereka rindukan untuk bertemu, dan kini aku pun merindukan beliau.

mereka mengajarkanku ayah, pada sunnah-sunnah nya, sehingga hari-hariku kini terasa lebih hidup, tak lagi terasa kosong.

makan tak boleh berdiri, menjaga pandangan, menjaga lisan, dan lain-lain yang memang sudah aku ketahui dari dulu, dari buku-buku yang ada di kamarmu ayah, dan hanya sebagai pengetahuan saja, tak pernah aku laksanakan.

ahh.. bila ingat buku-buku itu, aku jadi ingat lelucon yang tak sengaja aku ucapkan saat kita berkumpul bersama,

saat si adik berkata, “kok gak ada makanan?”

dengan santainya aku menimpali, “tuh buku-buku ayah di kolak aja”

jika kuingat hal itu, aku tak bisa memprediksi apa yang ada benakmu saat itu, tapi yang jelas, itu semua bukti ketidakpedulianku.

*bersambung, Insya Alloh

Sabtu, 17 April 2010

teruntukmu masa laluku

tak tahu harus dimulai dari mana..

aku hanya ingin melakukan pengakuan, tak lebih, tak kurang..

tak begitu berharap pada respon positifmu lagi,

tak peduli kamu mau menganggap aku apa, atau orang lain mungkin akan menjudge aku bajingan, lagi..

terserah…

aku sudah tak mau peduli lagi…

titik..

hai masa laluku,

apa kabar dirimu???

masihkah ceritamu penuh kegembiraan..???

ataukah teman-temanmu masih selalu mendengarkan ceritamu, seperti yang biasa aku lakukan dulu???

ataukah kau tak punya kawan tuk bercerita???

hai masa laluku,

bagaimana kabar orang yang kau kasihi saat ini???

apakah dia sama seperti ku dulu, menunggu dirimu dengan resah saat kau tak juga pulang dari bioskop dengan teman-temanmu???

apakah dia sama seperti diriku dulu, bernyanyi di depan kost mu, menanti dirimu memaafkanku??

atau

manjakah dia???

sama seperti diriku, yang tak biasa duduk sendiri dalam bis di sabtu sore dalam perjalanan pulang ke rumah.

sama seperti diriku, yang tak biasa makan malam sendiri, tanpa ditemani oleh obrolan darimu.

atau,

apakah dia hobby membaca dan menulis????

sama seperti diriku, yang selalu kau suruh tuk membaca novel-novel teenlit, dan menceritakannya kembali kepadamu, karena kau agak-malas-membaca.

sama seperti diriku, yang rajin menulis tentangmu, dalam jurnal harianku, tentang hal-hal yang indah, hal-hal yang aku takutkan, hal-hal yang begitu merindukan tentang kita,

atau mungkin,

apakah dia pintar fisika????

sehingga bisa kau mintai tolong untuk mengerjakan tugas-tugas fisikamu.

hai masa laluku,

apakah dia selalu mendengarkan ceritamu???

mendengarkan seluruh hal yang kau alami hari ini, semua hal yang kau senangi, semua hal yang kau benci, semua hal yang begitu mendetail, karena ku tahu, dunia dari sudut pandangmu adalah hal yang begitu rinci..tak ada yang lepas dari pengamatanmu..

atau apakah dia mengerti isyarat-isyaratmu???

jam kembar, insting kewanitaanmu, puisi-puisimu, kata-kata mutiaramu..apakah dia mengerti???

bagaimana dengan dia, hai masa laluku,

apakah dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara???seperti yang aku lakukan.

atau apakah dia jadi orang yang pertama tahu, saat kau kehilangan handphone mu???

atau apakah dia marah, ketika ada orang lain yang menempati tempat kita berdua???

atau apakah dia merasa kesakitan saat kau cubit???

atau apakah dia memiliki selera humor yang sama denganku, yang kadang membuat kita tertawa terbahak-bahak pada soal-soal kecil yang kita temui, seperti misalnya sepatu-sepatu lapuk di depan kosanmu dulu.???

atau apakah dia akan meminjamkan switernya, saat hujan, saat kau hanya memakai seragam sekolahmu, sedang kita kehujanan saat itu.??

atau apakah dia akan tertawa bersamamu, saat kalian berdua berlari di antara tetes hujan, seperti yang kita lakukan dulu..???

apakah dia……

ahhh..sudahlah…

terlalu banyak, aku sampai muak,

sungguh muak….

aku terlalu terpaku pada masa-masa yang aku habiskan bersamamu…

berapa lama??? 1 tahun??? 2 tahun??? 3 tahun???? aku sudah lupa..

aku seorang pecundang, masa laluku, aku seorang pecundang..

sudah hampir dua tahun berlalu, aku masih terbangun di pagi hari, berpikir, bahwa hari itu aku akan meminta maaf padamu, kau memaafkanku, dan akhirnya kita bisa kembali bersama…

bodohnya aku…

bodohnya…

tak sadarkah aku bahwa waktu itu aku telah benar-benar menyakitimu???

telah benar-benar membuatmu menangis, hingga tak bisa memaafkan aku lagi.

waktu ku tahu kau mencintai sahabatku dulu, aku masih bisa memaafkanmu, tapi kenapa saat itu kau tak bisa.????

tapi ya sudahlah…

tak sadarkah aku, bahwa dia orang yang tepat, datang di waktu yang tepat, di tempat yang tepat pula,

menghiburmu..

menghapus air matamu, mungkin.

dan akhirnya kau berhasil melupakan aku yang telah melukaimu, bahkan melupakan cerita-cerita kita dulu.

tak sadarkah aku, dia adalah orang yang tepat, yang mengantarmu ke tempat yang kau inginkan, mengajakmu berjalan-jalan, berkeliling, mengenalkanmu pada teman-temannya…

aku tak bisa seperti itu, karena dulu, aku belum bisa mengajakmu berkeliling, belum bisa mengajakmu berjalan-jalan, sesuatu hal yang sempat kau tertawakan, tak bisa mengendarai motor…

aku tak bisa seperti itu, mengenalkanmu pada teman-temanku.. kau tahu, aku hanya tak biasa, mencampuradukkan urusan pertemanan dengan urusan pribadi, lagi pula, saat itu, duniaku adalah dirimu…

tak sadarkah aku, dia mungkin membawamu ke keluarganya, atau mungkin dia begitu berani, datang ke keluargamu, membuktikan bahwa dia serius padamu, tidak seperti aku..

tak sadarkah aku, kawan-kawanku pun menyetujui kalian berdua, demi kebaikanmu, kata mereka, mengingat aku hanya bisa melukaimu…

dia, begitu cocok bersanding denganmu…

dan sepertinya kau pun bahagia dengannya…

syukurlah…

syukurlah…

lalu bagaimana dengan diriku..????

kau meminta maaf padaku, karena telah membuatku menyimpan perasaan seperti ini,

tapi yakinlah,

aku tak apa-apa…

sungguh tak apa-apa…

aku hanya berpikir, sudah saatnya aku melangkah, saatnya aku berjalan, sudah hampir dua tahun, dan aku baru memutuskan untuk melangkah kembali..

kau bilang, itu hanya masalah waktu..

ya, hanya masalah waktu, mungkin belum cukup waktu yang kuperlukan untuk tak memikirkanmu lagi..

tak membuatmu terus berada di lamunanku, di mimpi-mimpiku..

aku hanya berpikir, saatnya aku menatap ke depan, mulai fokus pada masa depanku, mulai peduli pada keluargaku, mulai menata ulang hubunganku dengan Yang Maha Pengasih, dan sedikit-demi-sedikit mulai melupakanmu…

err..bukan..bukan itu maksudku, aku tak berniat melupakanmu, masa laluku..

kau sangat berarti bagiku, aku hanya akan meletakkan bayangmu di kaca spionku, biar saat aku mengalami saat-saat terbaik atau terburuk dalam hidupku nanti, aku bisa melihat dirimu di sana, melihat kita dulu, dan kembali menatap ke depan, melanjutkan perjalananku..

bukankah aku yang sekarang ada saat ini karena masa lalu,??

aku hanya meminta doamu, masa laluku, perjalanan ini masih panjang, aku tak tahu kapan ini akan berakhir, tapi yang aku tahu pasti, bila aku terus berjalan dan berusaha, aku akan sampai di tempat yang paling membahagiakan, tempat yang ingin dituju semua orang, surga-Nya…

aku mendoakanmu, masa laluku,

semoga di tiap tidurmu, kau selalu bermimpi indah..

semoga selalu ada kehangatan mentari pagi di jendela kamarmu..

semoga selalu ada kebahagiaan di hari-harimu, dan aku yakin itu akan selalu ada..

terima kasih masa laluku,

ini pengakuanku,

semoga kau berkenan, bila aku me-remove kau dari friendlist ku, dan menghapus nomormu dari phonebook ku,

tak bermaksud jahat, hanya ingin mengurangi celah yang bisa aku manfaatkan untuk menghubungimu lagi..

sudah malam,

aku mengantuk sekali,

aku akan tidur, dan aku yakin esok hari akan begitu cerah..

.

.

.

amin.

 

*umam, pengakuan di bulan april..

  1_976040568l

Rabu, 14 April 2010

Everybody needs a release..???????

cerita ini gw tulis karena terinspirasi dari sebuah pertanyaan seorang teman,

“kenapa keypad hape lu fal???

pada copot gitu."

gw hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut.

ya karena gw pikir, bisa panjang ceritanya kalo gw ceritain saat itu juga.

melalui cerita ini, gw ingin menjawab pertanyaan temen gw tersebut.

 

jujur gw katakan, hape gw kayak gitu karena gw banting.

kalo pertanyaannya menjadi,

“kenapa lu banting..?”

bakal gw jelasin..

 

ada saatnya ketika sesuatu tidak berjalan dengan apa yang kita inginkan, kadang kita mencari kambing hitam, mencari kesalahan pada orang lain, atau istilahnya mencari pelampiasan.

ada kalanya, ketika kita membenci seseorang, atau tingkahnya pada kita, karena tak mungkin melampiaskan kekesalan kita pada orang tersebut, akhirnya benda terdekatlah yang jadi sasaran.

itulah yang gw alami, memang gw sadari, semua itu tak bagus, semua itu tabiat yang buruk. apalagi kalo melihat track record pelampiasan gw. jadi malu sebenarnya buka-bukaan kayak gini, tapi gw rasa dengan membuka semua ini adalah salah satu langkah untuk memperbaiki tabiat buruk itu.

semoga….

  1. gw orang yang gak suka merengek pada apa-apa yang gak gw punya, tapi gw lebih sering merengek untuk menagih janji yang telah terucap pada gw, salahkah menurut kalian kalo gw menagih janji..????? tak salah, memang tak salah, cuma cara gw menagih janji itu terkadang yang salah jalur. banting pintu kamarlah, mogok ngomonglah, bahkan dulu pernah sampe kabur dari rumah..
  2. gw tipe orang yang gak suka diganggu, gak suka diusik, gak suka kalo orang lain sok-sokan ikut-ikut masalah gw. kesalahan yang paling gw sesali, karena pernah waktu itu, gw bikin si mama nangis karena tingkah gw ini.
  3. sampe sekarang gw takut berada di ketinggian, bukan karena gw takut akan ketinggian sebenarnya, tapi lebih kepada...eeerrrrr....gw suka punya keinginan untuk terjun dari atas ketinggian, ingin terbang, ingin lepas dari masalah yang menghimpit gw, ingin terlepas dari semua. tapi seorang teman berkata,"apakah dengan mati semua urusan selesai...???? bukankah masih ada hidup setelah mati, di mana kamu akan mempertanggungjawabkan semua hal yang kamu lakukan". jadi terkadang ketika gw punya keinginan seperti itu, langsung inget kata-kata temen gw itu.
  4. kalo ada mata kuilah manejemen nge-game, mungkin bakal gw ambil. game mungkin salah satu pelampiasan gw, pernah gw dari pagi sampe malem nongkrong di rental PS, maen game, yang entah kenapa, gw merasa dalam game itu, gw bisa ngatur kehidupan si karakter, sesuai keinginan gw, sesuai harapan gw, tanpa campur tangan orang lain. yang tak pernah gw alami di dunia nyata. karena selelu saja gw hilang kontrol atas diri gw.
  5. marah = makan, stress = makan, pusing = makan... hahahahaha... pelampiasan yang paling gw seneng, kalo dah kayak gitu, gw membayangkan makanan makanan itu adalah masalah gw.. gw kunyah, gw telen, dan gw tau mereka bakal berakhir di WC.. hahahahahah... waktu jaman semester 1, jaman paling stress yang pernah gw alami, jauh dari rumah, gak ada temen, perubahan iklim belajar, membuat gw stress setengah mampus. yang ada bawaannya lapar terus. makanya ketika liburan, terus ditanya, "kok kamu tambah gemuk fal??? seneng tah di lampung" gw bakal jawab, "seneng apa??? stress gw di sana..karena stress makanya gw tambah gendut.." orang tersebut pasti terheran-heran pada jawaban gw..heee
  6. seorang teman pernah bertanya, kenapa leher gw hitam, seperti terpanggang matahari. itu adalah salah satu akibat dari pelampiasan gw. kalo lagi galau, dan mencoba mengontrol rasa marah gw. gw akan jalan, kabur entah kemana, pokoknya jalan, sejauh yang mungkin kaki gw kuat, sejauh mungkin pokoknya, sambil menunduk, menatap tanah, memikirkan masalah gw. lebih enak kayak gitu kan dibanding banting barang-barang??? tapi sayang, hal ini gak bisa gw lakuin di sini, mengingat..errrr..bandarlampung...errr..panas banget.
  7. tidur. ketika ada masalah, ada yang tak sesuai dengan keinginan gw, gw bakal tidur. rekor yang pernah gw cetak adalah, 2 hari tak beranjak dari tempat tidur.

ya..dan masih banyak pelampiasan-pelampiasan yang pernah gw lakuin, dan bakal panjang ceritanya, dan memang bukan itu maksud dari tulisan ini yang sebenarnya.

 

seorang mahasiswa

suatu ketika, seorang mahasiswa, diamanahi sebagai koordinator publikasi suatu acara. dia merasa heran, kenapa harus dia yang menjadi koordinator, bahkan sampai memikirkan masalah pemilihan ini selama berhari-hari, kok bisa????

dia meresa tak mampu, dia merasa minder, apakah dia sanggup menjalankan amanah tersebut??? apakah acaranya akan berjalan sukses dengan dia sebagai koordinator publikasi??? pertanyaan pertanyaan itu terus menghantuinya, tapi walaupun begitu, dia mengerjakan apa yang dia bisa sebagai koordinator.

sampai pada suatu jalan buntu, dia tak tahu bagaimana cara mengatur orang, mengoordinasi orang-orang satu tim dengannya. dia tak tahu itu, karena pada dasarnya mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang berprinsip LU-LU-GW-GW, tak pernah mau ikut campur urusan orang lain, dan tak mau orang lain ikut campur urusan dia. dan ini merupakan kesalahan bila kita bekerja dalam suatu tim. hingga seorang teman menegur dia, barulah dia sadar akan kesalahan dia. dan mulai mengubah pandangannya tentang orang lain.

semua berjalan lancar kembali, hingga pada suatu saat, terjadi lagi suatu kesalahan. dia menyalahkan dirinya atas kesalahan itu, dia merasa dirinya tak mampu, dia merasa semua yang dia lakukan sia-sia, yang dia lakukan adalah percuma. sampai tak kuat menahan semuanya itu, dia pun terpuruk, menangis, menangis, beban itu sudah tak mampu dia pikul. sudah tak mampu dia pendam sendiri.

dan seorang kakak, mengingatkan dia, memberi dia pengertian, bahwa tak ada satu pun usaha yang sia-sia, tak ada satu pun usaha kita percuma, dan yang masih mahasiswa ingat sampe sekarang adalah ketika kakak tersebut berkata,

"Allah tak melihat hasil, tapi Allah melihat proses.."

kata-kata singkat itu, menghujam hatinya. barulah dia sadar, beban yang dia rasakan selama itu adalah karena dia selalu berorientasi pada hasil, dan tak pernah menikmati proses. dia selalu beranggapan, bahwa semua bagus bila hasilnya bagus, tak pernah melihat proses yang sudah dia lakukan.

 

lalu apa hubungannya dengan pelampiasan,????

apa hubungan cerita mahasiswa tadi dengan yang gw ceritakan dari awal.

sadarkah kawan, pelampiasan-pelampiasan yang kita lakukan adalah karena kita tidak menikmati suatu proses?, kita merasa berat ketika dalam proses menghadapi masalah, menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, hingga akhirnya kita melampiaskan semuanya itu pada tingkah laku yang kita sebut pelampiasan.

tak bisa dipungkiri, manusia memang lemah, bahkan cenderung untuk beberapa orang, terkesan hiperbolik, ketika tertimpa masalah, dia merasa dunianya hancur. dan pada akhirnya, seperti yang kita sering kita dengar di media massa, seorang pemuda bunuh diri karena bla-bla-bla. seorang mahasiswa gantung diri karena bla-bla-bla....

seharusnya kelemahan itu juga menjadi kekuatan kita, maksud gw, bukankah kita karena lemah itu kita membutuhkan orang lain, membutuhkan pertolongan orang lain, lalu kenapa kita harus menyimpan kekesalan kita, masalah-masalah kita sendiri. bukankah kita punya keluarga??? bukankah kita punya temen???

gw pernah dengar ucapan dari seorang teman,

"di dunia ini, kita tak boleh bergantung pada orang lain, kitalah yang harus bertangung jawab atas diri kita sendiri.."

tapi bukan itu inti permasalahannya, tak harus kita berbuat kaku seperti itu, kita butuh teman, kita butuh seseorang untuk membantu kita, dan mungkin orang lain pun membutuhkan kita. dan kalo memang kita tak suka kalo orang lain ikut campur urusan kita, bukankah Allah SWT selalu mendengar doa kita???

 

Solusinya..????

tak ada yang salah dengan pelampiasan, sebenarnya, kalo kita bisa mengontrol pada suatu hal yang positif. tapi akan lebih baik kita minimalisir, agar pelampiasan tersebut tak terlalu berlebih hingga merambat pada suatu hal yang merugikan kita, bahkan orang lain.

kuncinya adalah dengan selalu berpikir positif, karena dengan begitu kita bisa menghadapi semuanya dengan lapang dada, tak perlu disesali hal yang sudah terjadi, jadikan semua masalah sebagai suatu pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya.

nikmati proses, masalah akan selalu datang, jadi nikmati saja. karena masalah-masalah adalah bukti bahwa kita masih diperhatikan oleh Yang Maha Pengasih. malah kalo kita tak punya masalah, kita harus merenung dan merasa takut, karena itu berarti Allah SWT sudah tak perhatian lagi terhadap kita.

jika memang kesal pada tingkah orang lain, katakan langsung pada orangnya, dengan kata-kata halus, biar dia mengerti di mana kesalahan dia. berkata jujur lebih baik daripada kita memendam rasa kesal.

bila harus menangis, menangislah, jangan pendam sesak dalam dada terlalu lama. memang kita akan terlihat lemah ketika menangis, tapi yakinlah setelah menangis, kita akan memiliki kekuatan untuk bangkit kembali, memiliki keberanian untuk mulai melangkah lagi.

kesimpulannya, setiap orang menghadapi masalah, setiap orang butuh pelampiasan, tergantung bagaimana orang tersebut menghadapi masalah tersebut, tapi yang jelas tak ada salahnya jika kita mulai terbuka pada orang lain dan mulai berpikir positif terhadap masalah yang kita hadapi, agar kita tak terjerumus pada pelampiasan-pelampiasan yang bisa menjerumuskan kita pada jurang kehinaan.

sekian tulisan gw kali ini, semoga bermanfaat.

amin....

*umam

*******************

terima kasih untuk kawan-kawan mandibula atas obrolan-di-bawah-tangganya, sangat inspiratif, sehingga gw bisa nyelesaiin tulisan ini.

Selasa, 06 April 2010

Kuliah Or Organisasi…????

“tri belum balik har…????” tanya gw.

“belum pang” jawab harry

“gak ikut ujian dong dia hari ini..????”

“ya gitu lah..”

Trisuwandi, mahasiswa semester 4 P.biologi, IP semester kemaren: 3,78. Dari semenjak hari jum’at, pergi ke Jambi, menjadi utusan Himasakta di Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia. –detailnya gw gak terlalu paham.:)

Ahhh…angan gw langsung terbang, ternyata memang susah ya, mengkombinasikan antara kuliah ma organisasi, ada saja yang mesti ditinggalin, bahkan mungkin dikorbanin.

Kuliah dan organisasi itu bagai dua sisi mata uang yang berlawanan.

Kuliah, sudah jelas, amanah dari orang tua, tanggung jawab kita, yang nantinya tak hanya kita laporkan pada kedua orang tua kita, tapi tentu saja pada Allah SWT kelak.

Organisasi, tentu saja, wadah menggali potensi kita. Bahkan menurut paham gw, ini adalah simulasi masyarakat, tempat kita untuk melatih atau mengaplikasikan apa yang kita dapat di perkuliahan. Bahkan terlebih lagi, oreganisasi mengajari kita pengetahuan yang tak kita dapat di kuliah, melalui pengalaman-pengalaman. Di organisasa jua lah kita bisa membangun jaringan, yang Insya Allah membantu kita kelak.

Tapi entah terkadang, bahkan sering mungkin, kita dihadapkan pada dua pilihan yang sulit ini,

“memilih kuliah atau organisasi”

Di satu pihak, kita harus mempertahankan IP, di pihak lain, ada begitu banyak ilmu yang bisa kita dapat yang berbeda saat kita hanya duduk saja di bangku kuliah.

Sulit…

Tapi berdasarkan pengalaman, dan Tanya sana Tanya sini, tiap orang ternyata memeiliki pandangan masing-masing terkait masalah pilihan ini.

Kalo gw pribadi, punya pengalaman PAHHHHIIIIITTTTTTT…. Lebih pahit dari kopi item yang biasa Fathur minum. Lebih pahit dari rajawali yang dikasih mama di dot gw waktu gw kecil dulu biar gw gak ngedot lagi. Lebih pahit dari..ya pahitlah pokoknya.

Semester 3, mata kuliah Fisika matematika I, gw dihadapkan pada pilihan yang sulit. Saat itu, gw sedang mengikuti tahapan seleksi jadi anggota KSR PMI unit Unila, tinggal 1 tahap lagi—diklat lapangan, gw bisa jadi anggota baru. Tapi…ternyata tak semudah gw kira, karena teapat minggu itu, dosen fismat gw mau ngadain kuis.

Di satu pihak gw gak mungkin gak ikut kuis, 4 SKS, mata kuliah prasyarat pula, bisa mati gw kalo gak lulus.—lebay…. Tapi di pihak lain, gw gak mungkin ninggalin tuh seleksi, secara tinggal 1 tahap lagi, rugi donng gw kalo nyerah sekarang. Dan akhirnya, beberapa cara gw lakuin, diantaranya.

1. Lobi temen sekelas,

Baru itu gw memohon ma temen-temen yang ngambil Fismat I wat minta ke dosennya pengunduran kuis, gw berhasil melobi temen-temen gw, tapi yang ada dosennya tetep pada pendiriannya,

‘kuis akhir minggu ini’ tegas beliau..

2. Lobi dosennya

Nihil, yang ada gw dapat lagi pengalaman, nagis gara-gara dosen—setelah semester 1 gw nangis gara-gara dosen biologi dasar ngasih nilai E, pdhl gw mahasiswa rajin yang selalu hadir di kelas beliau. Galau gw saat itu, dosennya malah agak kesel ma gw yang lebih mentingin organisasi.—mesti kalian ketahui, banyak dosen bertipe seperti ini, jadi WASPADALAH…!!!!!!!!!

Tapi beberapa temen nyebut gw bego, harusnya gw bikin alas an yang lebih bagus,

“kakek lu meninggal, kan bisa???”

Jujur gw gak berani, Karena gw takut kalo mesti berbohong

3. ditawarin ayi buat bikin surat keterangan saakit dari dokter, kebetulan paman ayi dokter.

Sempet tergoda juga sih, tapi gw mikir lagi. Takut KUALAT.

setelah semua cara di atas gw lakuin, dan setelah nangis tersedu-sedu dan terisak-isak plus teringus-ingus di depan Rakhman. Rakhman bilang,--yg masih gw inget sampe sekarang.

“inget tujuan utama kamu ada di sini, jauh-jauh ke sini, untuk kuliah”

Akhirnya gw sadar, akan tujuan utama gw. Dan hari-hari sebelum diklat gw jalanin saja, sambil terus berdoa, berharap diberi jalan oleh Allah.

Dan Alhamdulillah, ujian diundur, tepat hari senin setelah Diklat.

Tak hentinya gw ucap syukur, walo agak takut juga, apa gw bisa kuis pada hari itu, sedang hari jum’at sampe minggu gw diklat.

Gw jalanin aja semuanya…

Di hari ujian, gw sama sekali blank, gak belajar sama sekali, capek sisa diklat nguras tenaga gw.

Nilai yg gw dapat, 210, dari 5 soal uraian yang ada.

Gw dah mahfum,. Dah rido, tapi Allah ternyata punya rencana lain buat gw, rencana yg lebih indah.

Dosen tsb ternyata mau ngadain ujian ulang bagi mahasiswa yang nilainya dibawah 320, dan tentu saja gw daftar, ujian ulang tersebut. Tak gw siakan, dan Alhamdulillah,gw dapat 300 dari 4 soal yang ada.

Sungguh, pengalaman gw sangat berkesan, walo pahit di awalnya, manis diakhirnya.

Beda lagi ma pendapat orang-orang, ini beberapa yang gw dapat dari mereka.

1. Bang tomi,

Sapa yang tak kenal bang antomi saregar, Presma Unila, kakak tingkat gw di fisika, dan gilanya, IPK nya masih diatas 3,5.

Apa rahasianya,????

Pernah gw Tanya. Beliau ternyata selalu bawa buku kuliahnya. Jadi saat ada waktu senggang, baca.

Memang cara ini banyak menuai kontroversi, kalian bisa dianggap ‘sok’ pinter, kutu buku, atao kutu sejenisnya... But, who’s care???, ini hidup lu, kenapa orang lain harus ikut heboh. Peduli setan pendapat orang, kalo kita telah melakukan hal yng bener, bener gak..?????

2. Kak ago—gw kutip saat diklat ruangan

“kalian gak bisa ngejalanin dua-duanya—kuliah atau organisasi, karena saat organisasi sukses, pasti kuliahnya gagal. Dan saat kuliahnya sukses, organisasinya pasti gagal”

Ada benernya juga pendapat ini,

Gw jadi inget filsafat ‘monyet’ dari mbak tara,

“monyet bisa memegang benda dengan kedua tangan dan kakinya, tapi saat monyet menggunakan keempat inderanya tersebut, tentu dia akan jatuh, karena tak tersisa kaki atau tangan untuk bergelantung di dahan pohon”

Mungkin begitu juga manusia, ketika mencoba meng-handle hal-hal yang diluar kemampuannya, bukannya bener, malah jatuh kayak monyet. Heee..

3. Kak rian

“buat apa cepet lulus, kalo akhirnya nganggur”

Beliau berpendapat, di organisasilah kita bisa membentuk jaringan yang nantinya bisa bantu kita di dunia kerja.

4. Murabbi

Beliau sih bilang, semua tergantung kita, bagaimana kita membagi waktu dan bagaimana kita memanfaatkan peluang. Prioritas harus ada, targetan perlu. Dan tentu saja disiplin.

Kesimpulannya, kita gak bisa menjudge, kuliah dan organisasi mana yang lebih baik. Dan tentu saja, di tiap pilihan ada resiko, ada baik-buruk, ada pertanggungjawabannya. Semuanya kembali kepada kita, mau jadi apa kita ke depannya. Yang jelas, pilihlah secara bertanggung jawab. dan selalu ingat, ketika kita ingin memilih keduanya, bersikaplah adil.

Sekian aja dah tulisan gw, semoga bermanfaat.

Amien.

*n

Minggu, 28 Februari 2010

Hasil Penilaian LKLK Gempita 2010

Berikut ini hasil penilaian lomba keterampilan laboratorium kimia pada 28 Februari 2010.
(6 besar berhak untuk masuk ke tahap selanjutnya pada 7 maret 2010)


No. Nama Sekolah Nama Peserta Total Skor
1 SMA N 1 Gading Rejo Ray Novita Yasa 156.9


Yunita Mimi


Hakim Erlangga B
2 SMA N 1 Way Jepara A Deni Ari Septian 148.65


Yeni Perwira Sari


Wido Prasetyawan
3 SMA N 1 Pagelaran B Ita Purnamasari 140.45


Raditya Pramayuda


Shinta Ovelia
4 SMA N 1 Terbanggi Besar B Nur Aulia 133.5


Rina Wati


Novita Sari
5 SMA N 1 Tulang Bawang Tengah Endri wahyuni 127.05


Rohimin


Kiki Elvionita
6 SMA N 1 Way Jepara C Resti 125.55


Asri Wahyuni


Atika Julita
7 SMA N 1 Pagelaran A Fitria Damayanti 123.33


Ayu Retno Inorayani


Rohmah Nurbaiti
8 SMA N 1 Talang Padang A Anita Lisdiana 119.49


Ina Putrizal


Muslimatul Hikmah H
9 SMA N 1 Sukoharjo B Adi Setiawan 117.98


Eka Ariyanti


Siti Nurrohimah
10 SMA N 1 Sukoharjo A Nurbaiti Wulandari 113.06


Febri Setiawan


Maria Elisa
11 SMA N 2 Kotabumi Firdaus 109.5


Nanda Haniva


Angga Prastyo
12 SMA N 1 Talang Padang B Cholifia 107.09


Diantini


Vevi Aristiani
13 SMA N 1 Pagar Dewa A Nina Gavrina Putri 106.2


Peti Yulistia


Diah Purnamasari
14 SMA N 1 Pagar Dewa B Nurdiana 102.64


Arif Dwi Permana


Anggun Wijayanti
15 SMA N 1 Terbanggi Besar A Bima Tito Prasetya 97.7


Eko Kurniawan


Winansih
16 SMA Wiratama Kotagajah
91.28








17 SMA N 1 Way Jepara B Idha Triani 89.85


Hanif K


Yayuk Yuniarti
18 SMA N 1 Seputih Agung Komala Sari -


Indah Pratiwi


Bimbi Yu Ristia