Minggu, 04 Oktober 2009

Cerita Sang Kucing, prolog

Sang kucing, asli kucing kampung. Berbeda dgn kucing kebanyakan, dia tak suka tikus sbg santapan malam.

Sang kucing, tak gampang jatuh cinta. Baginya cinta adh hal yg indah. Tak bs asal dimainkan, tak bs asal didapat dan hilang begitu saja.

Sang kucing pernah berjanji, bahwa cinta pertamanya haruslah menjadi pendampingnya seumur hidup.

Saat remaja, sang kucing berteman dg sang tikus. Layaknya seorang teman, tak ada rahasia di antara mereka, hingga datang lah seorang wanita, onigiri.

Onigiri mengubah segalanya, sang kucing benar-benar mabuk kepayang, dan tak mau membagi kisahnya. Hingga akhrnya sang tikus tau apa yg dirasa oleh sang kucing.

Sang tikus, sbg seorang teman. Membantu sang kucing tuk mendapatkan ongiri. Istilahnya, nyomblangin lah.

Tak makan waktu lama, sang kucing menjalin cinta dg onigiri. Segalanya begitu indah bg sang kucing saat merasakan cinta pertama.

Tp ada yg brbeda dr sikap onigiri. Sang kucing akhrnya mengetahui, kalo sejak awal onigiri hanya menyukai sang tikus.

Saat itu, langit bgai runtuh, bagi sang kucing.

Beberapa tahun kemudian,
sang kucing melanjutkan studinya di negeri seberang.
Masih ttp berkomunikasi dgn onigiri, dan tau kalo saat ini onigiri sdg menjalin asmara dgn sang tikus.

Liburan tiba, bertepatan dgn hari lahir onigiri, sang kucing sudah menyiapkan hadiah wat onigiri.

Di hari minggu yg cerah, onigiri mengabari bhwa sang kucing boleh datang ke rumahnya, untk memberikan hadiah tsb.

Sang kucing sgt gembira menerima undangan tsb.

Lupa akan segala hal.

Bhkan lupa kalo onigiri telah menjadi milik sang tikus.

Itulah yg menjadi sebab, luka yg teramat dalam, karena saat tiba di sana, sang tikus ada.

Tak banyak bicara, sang kucing hanya tersenyum dan menjawab seadanya.

Entahlah, memang sang kucing bodoh, tak ketulungan lah.