Rabu, 14 April 2010

Everybody needs a release..???????

cerita ini gw tulis karena terinspirasi dari sebuah pertanyaan seorang teman,

“kenapa keypad hape lu fal???

pada copot gitu."

gw hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut.

ya karena gw pikir, bisa panjang ceritanya kalo gw ceritain saat itu juga.

melalui cerita ini, gw ingin menjawab pertanyaan temen gw tersebut.

 

jujur gw katakan, hape gw kayak gitu karena gw banting.

kalo pertanyaannya menjadi,

“kenapa lu banting..?”

bakal gw jelasin..

 

ada saatnya ketika sesuatu tidak berjalan dengan apa yang kita inginkan, kadang kita mencari kambing hitam, mencari kesalahan pada orang lain, atau istilahnya mencari pelampiasan.

ada kalanya, ketika kita membenci seseorang, atau tingkahnya pada kita, karena tak mungkin melampiaskan kekesalan kita pada orang tersebut, akhirnya benda terdekatlah yang jadi sasaran.

itulah yang gw alami, memang gw sadari, semua itu tak bagus, semua itu tabiat yang buruk. apalagi kalo melihat track record pelampiasan gw. jadi malu sebenarnya buka-bukaan kayak gini, tapi gw rasa dengan membuka semua ini adalah salah satu langkah untuk memperbaiki tabiat buruk itu.

semoga….

  1. gw orang yang gak suka merengek pada apa-apa yang gak gw punya, tapi gw lebih sering merengek untuk menagih janji yang telah terucap pada gw, salahkah menurut kalian kalo gw menagih janji..????? tak salah, memang tak salah, cuma cara gw menagih janji itu terkadang yang salah jalur. banting pintu kamarlah, mogok ngomonglah, bahkan dulu pernah sampe kabur dari rumah..
  2. gw tipe orang yang gak suka diganggu, gak suka diusik, gak suka kalo orang lain sok-sokan ikut-ikut masalah gw. kesalahan yang paling gw sesali, karena pernah waktu itu, gw bikin si mama nangis karena tingkah gw ini.
  3. sampe sekarang gw takut berada di ketinggian, bukan karena gw takut akan ketinggian sebenarnya, tapi lebih kepada...eeerrrrr....gw suka punya keinginan untuk terjun dari atas ketinggian, ingin terbang, ingin lepas dari masalah yang menghimpit gw, ingin terlepas dari semua. tapi seorang teman berkata,"apakah dengan mati semua urusan selesai...???? bukankah masih ada hidup setelah mati, di mana kamu akan mempertanggungjawabkan semua hal yang kamu lakukan". jadi terkadang ketika gw punya keinginan seperti itu, langsung inget kata-kata temen gw itu.
  4. kalo ada mata kuilah manejemen nge-game, mungkin bakal gw ambil. game mungkin salah satu pelampiasan gw, pernah gw dari pagi sampe malem nongkrong di rental PS, maen game, yang entah kenapa, gw merasa dalam game itu, gw bisa ngatur kehidupan si karakter, sesuai keinginan gw, sesuai harapan gw, tanpa campur tangan orang lain. yang tak pernah gw alami di dunia nyata. karena selelu saja gw hilang kontrol atas diri gw.
  5. marah = makan, stress = makan, pusing = makan... hahahahaha... pelampiasan yang paling gw seneng, kalo dah kayak gitu, gw membayangkan makanan makanan itu adalah masalah gw.. gw kunyah, gw telen, dan gw tau mereka bakal berakhir di WC.. hahahahahah... waktu jaman semester 1, jaman paling stress yang pernah gw alami, jauh dari rumah, gak ada temen, perubahan iklim belajar, membuat gw stress setengah mampus. yang ada bawaannya lapar terus. makanya ketika liburan, terus ditanya, "kok kamu tambah gemuk fal??? seneng tah di lampung" gw bakal jawab, "seneng apa??? stress gw di sana..karena stress makanya gw tambah gendut.." orang tersebut pasti terheran-heran pada jawaban gw..heee
  6. seorang teman pernah bertanya, kenapa leher gw hitam, seperti terpanggang matahari. itu adalah salah satu akibat dari pelampiasan gw. kalo lagi galau, dan mencoba mengontrol rasa marah gw. gw akan jalan, kabur entah kemana, pokoknya jalan, sejauh yang mungkin kaki gw kuat, sejauh mungkin pokoknya, sambil menunduk, menatap tanah, memikirkan masalah gw. lebih enak kayak gitu kan dibanding banting barang-barang??? tapi sayang, hal ini gak bisa gw lakuin di sini, mengingat..errrr..bandarlampung...errr..panas banget.
  7. tidur. ketika ada masalah, ada yang tak sesuai dengan keinginan gw, gw bakal tidur. rekor yang pernah gw cetak adalah, 2 hari tak beranjak dari tempat tidur.

ya..dan masih banyak pelampiasan-pelampiasan yang pernah gw lakuin, dan bakal panjang ceritanya, dan memang bukan itu maksud dari tulisan ini yang sebenarnya.

 

seorang mahasiswa

suatu ketika, seorang mahasiswa, diamanahi sebagai koordinator publikasi suatu acara. dia merasa heran, kenapa harus dia yang menjadi koordinator, bahkan sampai memikirkan masalah pemilihan ini selama berhari-hari, kok bisa????

dia meresa tak mampu, dia merasa minder, apakah dia sanggup menjalankan amanah tersebut??? apakah acaranya akan berjalan sukses dengan dia sebagai koordinator publikasi??? pertanyaan pertanyaan itu terus menghantuinya, tapi walaupun begitu, dia mengerjakan apa yang dia bisa sebagai koordinator.

sampai pada suatu jalan buntu, dia tak tahu bagaimana cara mengatur orang, mengoordinasi orang-orang satu tim dengannya. dia tak tahu itu, karena pada dasarnya mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang berprinsip LU-LU-GW-GW, tak pernah mau ikut campur urusan orang lain, dan tak mau orang lain ikut campur urusan dia. dan ini merupakan kesalahan bila kita bekerja dalam suatu tim. hingga seorang teman menegur dia, barulah dia sadar akan kesalahan dia. dan mulai mengubah pandangannya tentang orang lain.

semua berjalan lancar kembali, hingga pada suatu saat, terjadi lagi suatu kesalahan. dia menyalahkan dirinya atas kesalahan itu, dia merasa dirinya tak mampu, dia merasa semua yang dia lakukan sia-sia, yang dia lakukan adalah percuma. sampai tak kuat menahan semuanya itu, dia pun terpuruk, menangis, menangis, beban itu sudah tak mampu dia pikul. sudah tak mampu dia pendam sendiri.

dan seorang kakak, mengingatkan dia, memberi dia pengertian, bahwa tak ada satu pun usaha yang sia-sia, tak ada satu pun usaha kita percuma, dan yang masih mahasiswa ingat sampe sekarang adalah ketika kakak tersebut berkata,

"Allah tak melihat hasil, tapi Allah melihat proses.."

kata-kata singkat itu, menghujam hatinya. barulah dia sadar, beban yang dia rasakan selama itu adalah karena dia selalu berorientasi pada hasil, dan tak pernah menikmati proses. dia selalu beranggapan, bahwa semua bagus bila hasilnya bagus, tak pernah melihat proses yang sudah dia lakukan.

 

lalu apa hubungannya dengan pelampiasan,????

apa hubungan cerita mahasiswa tadi dengan yang gw ceritakan dari awal.

sadarkah kawan, pelampiasan-pelampiasan yang kita lakukan adalah karena kita tidak menikmati suatu proses?, kita merasa berat ketika dalam proses menghadapi masalah, menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, hingga akhirnya kita melampiaskan semuanya itu pada tingkah laku yang kita sebut pelampiasan.

tak bisa dipungkiri, manusia memang lemah, bahkan cenderung untuk beberapa orang, terkesan hiperbolik, ketika tertimpa masalah, dia merasa dunianya hancur. dan pada akhirnya, seperti yang kita sering kita dengar di media massa, seorang pemuda bunuh diri karena bla-bla-bla. seorang mahasiswa gantung diri karena bla-bla-bla....

seharusnya kelemahan itu juga menjadi kekuatan kita, maksud gw, bukankah kita karena lemah itu kita membutuhkan orang lain, membutuhkan pertolongan orang lain, lalu kenapa kita harus menyimpan kekesalan kita, masalah-masalah kita sendiri. bukankah kita punya keluarga??? bukankah kita punya temen???

gw pernah dengar ucapan dari seorang teman,

"di dunia ini, kita tak boleh bergantung pada orang lain, kitalah yang harus bertangung jawab atas diri kita sendiri.."

tapi bukan itu inti permasalahannya, tak harus kita berbuat kaku seperti itu, kita butuh teman, kita butuh seseorang untuk membantu kita, dan mungkin orang lain pun membutuhkan kita. dan kalo memang kita tak suka kalo orang lain ikut campur urusan kita, bukankah Allah SWT selalu mendengar doa kita???

 

Solusinya..????

tak ada yang salah dengan pelampiasan, sebenarnya, kalo kita bisa mengontrol pada suatu hal yang positif. tapi akan lebih baik kita minimalisir, agar pelampiasan tersebut tak terlalu berlebih hingga merambat pada suatu hal yang merugikan kita, bahkan orang lain.

kuncinya adalah dengan selalu berpikir positif, karena dengan begitu kita bisa menghadapi semuanya dengan lapang dada, tak perlu disesali hal yang sudah terjadi, jadikan semua masalah sebagai suatu pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya.

nikmati proses, masalah akan selalu datang, jadi nikmati saja. karena masalah-masalah adalah bukti bahwa kita masih diperhatikan oleh Yang Maha Pengasih. malah kalo kita tak punya masalah, kita harus merenung dan merasa takut, karena itu berarti Allah SWT sudah tak perhatian lagi terhadap kita.

jika memang kesal pada tingkah orang lain, katakan langsung pada orangnya, dengan kata-kata halus, biar dia mengerti di mana kesalahan dia. berkata jujur lebih baik daripada kita memendam rasa kesal.

bila harus menangis, menangislah, jangan pendam sesak dalam dada terlalu lama. memang kita akan terlihat lemah ketika menangis, tapi yakinlah setelah menangis, kita akan memiliki kekuatan untuk bangkit kembali, memiliki keberanian untuk mulai melangkah lagi.

kesimpulannya, setiap orang menghadapi masalah, setiap orang butuh pelampiasan, tergantung bagaimana orang tersebut menghadapi masalah tersebut, tapi yang jelas tak ada salahnya jika kita mulai terbuka pada orang lain dan mulai berpikir positif terhadap masalah yang kita hadapi, agar kita tak terjerumus pada pelampiasan-pelampiasan yang bisa menjerumuskan kita pada jurang kehinaan.

sekian tulisan gw kali ini, semoga bermanfaat.

amin....

*umam

*******************

terima kasih untuk kawan-kawan mandibula atas obrolan-di-bawah-tangganya, sangat inspiratif, sehingga gw bisa nyelesaiin tulisan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta komentar na atuh....