Rabu, 11 Juni 2008

Apa yang ada di pikiran mereka.????



Beberapa minggu di Lampung sudah mulai membuat ku terbiasa dengan suasana yang ada. Namun ada beberapa hal yang masih bikin aku gak habis pikir. Tentang perilaku orang-orang di sini. Ya....mungkin karena beda daerah, tapi tetep saja bikin aku bingung.



Yang pertama, sangat susah tuk bangun pagi di sini. Tak tahulah aku alasannya. Biasanya sih kalo di rumah atopun di kosan, pasti ada orang-orang atau penjual keliling yang dah mulai menjajakan dagangannya di pagi hari. Tapi di sini berbeda, tak kudengar ada orang yang teriak “tempe-tempe” atau yang sejenis. Yang ada hanya suara musik keras yang mungkin akan bikin bangun orang se-RT dari rumah sebelah, yang artinya tiba saatnya tuk berangkat sekolah.terpaksa aku mengandalkan alarm hape yang kadang tak terlalu manjur





Yang kedua, tentang musik keras-dari-sebelah. It’s so irritating me. Gimana nggak, mereka tuh—atau jelasnya dia tuh, karena yang biasa nyalain tuh musik keras adalah anak smp, aku tak habis pikir, kenapa orang tuanya tak protes,???? Apa telinga mereka dah budeg kali ya????—nyalain musik gak hanya di pagi hari, tapi siang hari juga, bahkan kadang malaem juga. Yang aku gak habis pikir, lagu-lagunya itu-itu aja. Kalo nggak lagu-lagu Wali band, pasti dugeman, dan yang paling parah, diantara lagu-lagu itu, ada lagunya Kangen Band, kebayang kan gimana polusinya?????????? terus yang nyalahin aturan tuh, penempatan muterin lagunya, coba bayangin, di panas-panasnya hari Jum’at di siang bolong, malah terdengar lagu dugeman yang bikin kaca jendela getar. Parah kan.



Yang ketiga, Tuk mengurangi kecelakaan yang terjadi pada pejalan kaki ketika mereka menyeberang jalan, maka disediakanlah sebuah sarana yang disebut Jembatan Penyeberangan. Tapi anehnya, di sini tak berguna kayaknya. Sebab kebanyakan, malah hampir orang-orang yang kulihat milih ngambil resiko tuk nyeberang di tengah jalan yang ramai dibandingkan menggunakan Sarana tadi yang sudah teruji keamanannya. Gilingnya lagi, jemabatan tuh tepat di depan mereka. Kadang juga aku melihat ada orang yang sampai dibentak-bentak oleh pngendara gara-gara asal nyeberang. Tapi kayaknya dah jadi budaya di sini, atau mungkin di seluruh Indonesia. Tak tahulah aku.

Memang sejauh-jauhnya tupai melompat, pasti akan jatuh pula. Sama seperti aku yang sangat rindu akan rumah dan suasananya, (gak nyambung..^^!) Rindu akan suasana di mana aku mengerti pikiran orang-orangnya. Suasana di mana semua orang saling membalas senyum. Ya... aku sangat rindu rumah.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta komentar na atuh....