Rabu, 02 Januari 2008

Syukur

Pagi ini begitu indah
Hembusan angin
Kicauan burung
Dan mentari yang seolah-olah enggan menampakkan diri

Di bawah kaki gunung karang,
ku tulis
Setiap untaian tawa
Derai air mata
Berlembar-lembar kegelisahan
Dan hanya secuil rasa syukur

Aku tahu itu salah
itu sesat
Rasa syukur haruslah dituliskan
pada kertas-kertas yang berlembar-lembar
Hingga menggunung
Membukit
Melangit

Tapi aku tak mau itu terjadi
Aku tak mau rasa syukur
hanya dapat ditulis
Aku ingin dia terucap oleh lisan,
teresapi dalam hati,
terlakui dalam tingkah laku

Dan aku yakin,
secuil rasa syukur ini akan melambung tinggi
Menembus batas akal manusia
Hingga akhirnya,
rasa syukur yang berlembar-lembar,
hingga menggunung,
membukit,
melangit,
Tidak ada apa-apanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta komentar na atuh....