Banyak yang ku lamunkan hari ini...
betapa tidak,semua hal terasa membebani pikiran ku,
termasuk nilai-nilai mid yang hanya mencapai rata-rata 73,2...
kecil sekali...
sangat kecil...
harusnya ini membuat ku sadar,
sangat sadar...
bahwa keseriusan belajar ku masuh kurang, kesungguhan ku masih dangkal, dan aku harap aku bisa segera memperbaiki semua ini, memulai dari awal dengan semangat yang baru.......
Kadang memang dibutuhkan kesabaran yang sangat besar tuk dapat mengikhlaskan segala hal yang telah terjadi. Dibutuhkan kesabaran yang sangat besar. Aku tak pernah berfikir, ada orang yang dapat mengikhlaskan semua na, sehingga dia bisa hidup dengan bebas tanpa tekanan, tak da kata frustasi, tapi apakah orang yang seperti itu benar-benar ada??? Apakah kebebasan abadi memang nyata??? Bukan kah Allah selalu memberikan ujian kepada hamba-Nya tuk menguji keimanan mereka, sedangkan manusia pada dasar na merupakan makhluk yang tak pernah puas?? tapi mungkin saja orang seperti itu ada, orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segenap jiwa, orang yang sangat mengerti bahwa semua jalan hidup na telah ditentukan oleh Allah. Sungguh sangat senag sekali orang yang seperti itu.
betapa tidak,semua hal terasa membebani pikiran ku,
termasuk nilai-nilai mid yang hanya mencapai rata-rata 73,2...
kecil sekali...
sangat kecil...
harusnya ini membuat ku sadar,
sangat sadar...
bahwa keseriusan belajar ku masuh kurang, kesungguhan ku masih dangkal, dan aku harap aku bisa segera memperbaiki semua ini, memulai dari awal dengan semangat yang baru.......
Kadang memang dibutuhkan kesabaran yang sangat besar tuk dapat mengikhlaskan segala hal yang telah terjadi. Dibutuhkan kesabaran yang sangat besar. Aku tak pernah berfikir, ada orang yang dapat mengikhlaskan semua na, sehingga dia bisa hidup dengan bebas tanpa tekanan, tak da kata frustasi, tapi apakah orang yang seperti itu benar-benar ada??? Apakah kebebasan abadi memang nyata??? Bukan kah Allah selalu memberikan ujian kepada hamba-Nya tuk menguji keimanan mereka, sedangkan manusia pada dasar na merupakan makhluk yang tak pernah puas?? tapi mungkin saja orang seperti itu ada, orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segenap jiwa, orang yang sangat mengerti bahwa semua jalan hidup na telah ditentukan oleh Allah. Sungguh sangat senag sekali orang yang seperti itu.
Entah kenapa keputusasaan kembali menyerang ku, semua ini telah merenggut semua hasrat dan semangat ku. keputusasaan akan keberhasilan ku. Keputusasaan atas semua kegagalan yang aku dapat, dan yang paling parah, keputusasaan ini seolah ingin merenggut impian ku, aku merasa impian ku begitu jauh, tak tercapai oleh ku, diri ku terlalu lemah , terlalu rapuh tuk bisa menggapai na, padahal semua cara telah aku coba, telah ku usahakan tuk kuat, kuat menghadapi semua na, tapi ntah kenapa hati ini selalu menangis, menangis karena kerapuhan ini, kelemahan ini. Atau aku hanya terlalu melankolis, menganggap segala sesuatu dengan serius, memandang segala sesuatu dengan sudut pandang yang kerdil ini. Ya aku harap saja begitu. Aku tahu, semestinya aku bangkit, tak usah lagi meratapi atau bahkan menangisi kerapuhan dan kelemahan ini, harusnya aku mencoba tk menutupi dan memperbaiki ini, tapi kadang yang hadir itu pikiran2 negativ yang memunculkan keputusasaan . Aku harus mencoba menghilangkan pikiran2 negativ ini dulu, baru mencoba menutupi dan memperbaiki kelemahan dan kerapuhan ini. Bukankah aku sudah memiliki semua yang aku punya lalu kenapa aku harus bersedih????????????
Aku juga tak tahu, kenapa aku harus bersedih....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta komentar na atuh....